Kata orang cinta pertama itu sulit untuk dilupakan. Itulah yang terjadi padaku dengan seorang yang kusebut 'you-know-who'. Meski aku tak tahu apakah ini cinta atau sekedar rasa kagum.

Masih teringat dengan jelas di benakku 6 tahun yang lalu ketika pertama aku melihatmu. Waktu itu aku masih berseragam putih biru. Kau benar-benar asing bagiku. Aku sama sekali tak mengenalmu. Aku juga tak pernah berjumpa denganmu sebelumnya meski kita satu sekolahan. Benar-benar asing. Seperti alien dari luar angkasa. Bukan alien
berwajah aneh, tapi alien dengan wajah tampan. Aku bukan tipe orang yang
mampu menghafal seseorang hanya dengan sekali melihat. Tapi denganmu
sungguh berbeda. Entah materi apa yang ada dalam dirimu sehingga mampu
membuatku tak bisa melupakanmu. Ya, sejak saat itu kau selalu muncul
dalam setiap lamunanku. Membuatku tersenyum sendiri layaknya orang gila
ketika aku mengingatmu. Ah, sepertinya aku mulai jatuh cinta padamu.
Tapi kurasa tidak. Aku sudah jatuh cinta padamu ketika pertama kali
berjumpa. Ya, aku jatuh cinta padamu. Cinta pada pandangan pertama.
Banyak hal gila yang kulakukan untuk mendapatkan segala informasi tentangmu. Masih ingatkah kau dengan lagu 'Cinta yang Sempurna' milik Kangen-band? Bukankah dulu kau sering menyanyikannya? Berhari-hari aku mencari tahu lagu milik siapa itu hanya karena aku mendengarmu menyanyikannya di kantin sekolah. Pernah aku berniat untuk mengambil foto hitam putihmu yang tertempel di nomor ujian yang ada di meja kelas. Ah, cinta memang gila.
Aku sempat menyesali pertemuan kita. Bukan, aku bukan menyesal karena bertemu denganmu. Aku justru bahagia pernah bertemu denganmu. Lantas apa yang aku sesali? Aku menyesal kenapa kita baru bertemu di saat aku duduk di bangku kelas 2 SMP dan kau duduk di bangku kelas 3 SMP. Itu berarti aku hanya punya waktu 1 tahun untuk mengagumimu sebelum kau lulus dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hari-hariku pun berlalu. Yang kulakukan masih tetap sama, hanya mencintaimu dalam diam tanpa pernah berani untuk mengatakannya kepadamu. Dan yang kutakutkan benar-benar terjadi. Kau lulus. Aku sempat berpikir bahwa perasaan itu akan menguap begitu saja setelah aku tak lagi bertemu denganmu, tapi ternyata aku salah. Menjalani hari-hari tanpamu justru membuatku semakin gila. Aku benar-benar merindukanmu. Kau pergi membawa separuh hatiku.
Setelah setahun kita tak bertemu, aku kira kita tak akan pernah bertemu kembali. Tapi ternyata perkiraanku salah. Aku yang waktu itu tak bisa melanjutkan ke sekolah favoritku karena masalah ekonomi yang ada pada keluargaku, memutuskan untuk melanjutkan ke sebuah SMK Negeri yang ada di kotaku dan ternyata kau juga ada disana. Takdirkah ini? Atau hanya kebetulan? Aku juga tak mengerti. Aku tak mau berangan-angan terlalu tinggi karena nantinya jika aku terjatuh pasti akan terasa sakit sekali.
Di SMK, aku masih saja mencintaimu dalam diam. Nyaliku terlalu ciut untuk mengutarakan perasaanku terhadapmu. Meski kita sempat menjadi teman SMSan. Walau tak berlangsung lama, aku cukup senang bisa menjadi teman SMSanmu.
6 tahun telah berlalu. Rasa itu masih tetap ada. Tak pernah berubah meski aku tak pernah bertemu lagi denganmu. Kabar terakhir yang kudengar dari tetanggamu yang juga teman kuliahku, kau berada di Sumbawa, meniti karir sebagai seorang polisi. Hingga pada suatu hari, kau muncul lagi dengan akun facebookmu yang baru lagi. Tahukah kau? Beberapa hari sebelumnya aku memimpikanmu. Kenapa sekarang kau tiba-tiba muncul? Berjodohkah kita? Entahlah, hanya Allah yang tahu.
Kini tak hanya hati kita yang jauh, tapi raga kita juga benar-benar jauh. Tak pernah kubayangkan kau akan pergi sejauh itu. Tapi aku yakin, jika kita berjodoh, sejauh apa pun jarak dan hati kita, pasti akan dipertemukan oleh Allah SWT diwaktu dan tempat yang indah tentunya. Kalau pun kita tak berjodoh, aku yakin ada seseorang yang lebih baik darimu yang telah disiapkan oleh Allah SWT untukku. Suatu saat nanti pasti aku akan bertemu dengan orang itu. Yang perlu kulakukan saat ini adalah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan seorang lelaki yang baik untukku, entah itu dirimu atau orang lain. Karena sesungguhnya lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik pula.
Diikutsertakan dalam